Aku tau kau tulus denganku, aku tau kau memang benar-benar mencintaiku, tapi kau tau? Maaf. Ya maaf. Maaf karena sebenarnya aku tak benar-benar sayang padamu, kau memang seseorang yang nyaris sempurna, kau selalu sabar akan tingkah lakuku yang tiap hari (mungkin) makin menjengkelkan, kau selalu memberikan perhatianmu di sela tugas banyakmu, tak pernah kau mengeluh akan diriku, cintamu itu (mungkin) seperi air, yang selalu mengalir, dan tidak berpaling, yang selalu mengalir, dan tidak berubah, yang selalu mengalir, dan tidak berakhir, tapi tak sepertiku.
Tak tahu mengapa secepat itu aku menerima cintamu begitu saja, tak tahu mengapa secepat itu aku merasa aku sudah tak mempunyai rasa apapun padamu, mencintaimu, mungkin terlalu lelah bagiku, jarang sekali kita bertemu, kita hanya dapat berkomunikasi hanya dengan sebuah telepon genggam, dengan hanya lewat jejaring sosial, sungguh, jujur, aku lelah, lelah dengan jarak yang membuatku semakin meragukan cintamu, walau tiap menit kau selalu memberikan kabar padaku, tapi aku tak merasa kau memang sebagian dari hidupku, sebenarnya sudah lama aku ingin memutuskan untuk menyudahi kisah kita, tapi, rasanya aku tak dapat melakukannya, aku takut, jika ku sudah tak memilikimu, tak akan ada lagi orang sepertimu, kau yang setiap hari membangunkanku dengan suara indahmu, menyemangatiku ketika ku lelah dalam perjalanan hidupku, mungkin cintamu tak akan habis untukku, tapi maaf sayang, aku tak bisa jika hanya terus terusan seperti ini, mungkin malam ini aku sudah putuskan, untuk kita mengakhiri semuanya, terima kasih, kau telah percaya padaku, tulus mencintaiku, dan setia sampai saat ini, tapi maaf hanya satu permintaanku, lupakan aku, cari seseorang yang bisa mengerti dirimu, dan dekat denganmu :')
That's my feel
Desy :')
That's my feel
Desy :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar