Untukmu,
seseorang yang telah melukiskan luka seperti pecutan belati
yang membekas sangat dalam, di lubuk hatiku.
Sunyi menyelimuti malam, aku terpaku menatap langit mencoba mengingat apa salahku sampai kau membuat lubang yang dalam untuk menaruh luka yang kau buat, ingin rasanya aku menjerit di telingamu, mengucapkan sebait kata yang aku pertanyakan atas apa yang telah kau perbuat. Mencintaimu mungkin hal yang salah bagiku, begitu menyakitkan ketika kau meninggalkanku seperti tetesan air yang menghilang tanpa bekas, aku terpenjara akan bayang-bayangmu dalam setiap mata menatap, memori indah menyerbu berlompatan dari pikiranku, menunggumu sudah menjadi rutinitas bagiku, mungkin kau kembali hanyalah mimpi, seperti menjemput mentari dalam pekatnya malam.
Engkau, seseorang yang gaib yang selalu menjelma menjadi tiupan lembut dalam sanubariku, menjadi sayap-sayap kecil, dan melangitkan senyumnya dalam pikiranku, sampai ku lupa sudah berapa lama ku menunggumu hadir kembali dalam hidupku yang semu, seperti nafas yang selalu terhembus akan wajahmu, aku disini sendirian, berusaha menghapus segala luka yang kau tinggalkan untukku dalam gelora rindu yang selalu membahana dalam benakku yang semoga dapat dikirim untukmu lewat tiupan angin yang sendu untuk menghiasi pagi dan malammu tanpaku.
Ku biarkan senandung burung kecil bernyanyi dalam telingaku, menggantikan sosokmu yang dulu selalu menyenandungkan lagu indah dalam telingaku, derai hujan kubiarkan membasahi pakaianku, dalam sepi tak ku hiraukan ribuan mata yang sedang sinis menatap kearahku, secarik demi secarik kenangan pedih yang telah kau tinggalkan kembali menyeruak dalam pikiranku, inginku berlari meninggalkan sejuta kepenatan di dada akan dirimu. Hujan masih berjatuhan, dan bulir kesedihan kian deras, kian sembab oleh potongan-potongan luka akanmu. Sehelai daun melayang jatuh tepat di bawah tatapanku, mataku tak dapat menyembunyikan sembabnya akan tangisanku,
Setelah waktu itu, setelah jemari halusmu dilepaskan, ribuan kesunyian mengakrabkan diri dalam ruang kesepianku, beribu mimpi terjatuh laksana sayap patah di kaki langit, jika kau tau aku seperti ini karenamu? Akankah kau kembali padaku? Dan menghapus semua luka yang telah kau tinggalkan untukku?
That's my feel
Desy :')

Tidak ada komentar:
Posting Komentar