Suatu malam penuh bintang
Ku jadi mengingatmu, membayangkan saat kita melihat bintang tapi hanya lewat telpon, kau disana, ku disini tapi kita sama sama melihat bintang.
Ku tersenyum saat kita menyanyi bersama, lagu kenangan kita, di bawah bintang, di tempat kita masing-masing, walau mata ini tak bisa saling menatap, tangan ini tak bisa saling berpegangan, tapi ku bahagia kita bisa bercanda ceria, di balik telfon, di bawah bintang.
Untukmu, seseorang yang pertama kali ku beritahu
"Aku suka bintang" kataku seketika di telfon itu
"mengapa?" jawabmu singkat, dengan suara yang selalu ku rindukan itu
"bintang dapat membuatku tersenyum disaat ku sedang sedih, dapat membuatku melupakan permasalahanku, dengan hanya dapat melihatnya langsung, dalam hatiku, aku berkata *bintang sama sepertimu, makhluk ciptaan Tuhan, yang selalu dapat membuatku tersenyum, melepaskan semua beban dalam diriku dengan hanya melihat, bintang dapat membuatku jatuh cinta dengan sekali ku melihat sinarnya, kaupun begitu dapat membuatku semakin jatuh cinta dengan senyumanmu, tawamu, tatapanmu, dan cara kau memperhatikanku* kau tau, aku ingin menjadi bintang" jawabku spontan
"kau sudah menjadi bintang.."katamu tiba tiba,
"apa katamu? kau bercanda, tak sadari ku tertawa begitu kencang dan lama, pikirku *kau tau? aku memang ingin menjadi bintang, menjadi sinarnya dalam setiap langkahmu, menjadi kerlipnya dalam fikiranmu, dan ingin menjadi indahnya dalam malammu* ku sadar dia sedari tadi diam mendengarkan ku tertawa, mengapa kau bilang ku sudah menjadi bintang?"
"kau memang sudah menjadi bintang, bintang yang selalu menyinari setiap orang" jawabmu singkat.
Seketika ku terdiam, apakah dia serius? kau tau rasanya di bilang seperti itu? rasanya kalau si dia ngomong itu seperti ngebelah atsmofir berlapis-lapis, meluncuuuuur bareng paus akrobatis, terus ngebut ke rasi bintang paliiiing maniiiiss! *seketika inget iklan good day* Amazing ! Aku tersenyum saat dia berkata seperti itu, sepertinya dia tau kalau sedari tadi ku menahan tawa.
"kamu kenapa?" tanya dia penasaran
"ga gapapa tapi lucu aja kamu bilang kaya gitu hehehe" jawabku gugup.
"oohh, oiya aku lagi liat bintang loh sekarang!" jawab dia bersemangat
lagi lagi ku tersenyum *kita sama ya, sehati, sama sama melihat bintang, apakah kau seseorang yang kucari selama ini? Tuhan, ku mohon yayaya, jodohkan dia padaku !*
"sama dong, aku juga lagi liat bintang !" kataku tak mau kalah
"bintangnya cuma ada 1" jawabmu dengan pelan
"tapi di aku banyak ko" kataku dengan heran
"engga, maksud aku" kau terdiam sejenak "maksud aku, bintangnya cuma satu yang bisa bikin aku tersenyum" kau menjawabnya dengan sangat pelan, sampai ku tak bisa mendengarnya dengan jelas.
"ko bisa?" tanyaku, yang masih tak mengerti
"iyalah, kan bintangnya itu kamu" dia menjawabnya dengan lembut, seakan akan itu memang benar.
Apa yang dia katakan barusan? Mengapa dia mengucapkannya, seakan akan itu pesan terakhirnya?
"Apa maksudmu?" jawabku menanggapi pernyataanmu
Nuutt..nuutt.nuutt "INI KENAPA? KO MATI HPNYA?" kataku dengan marah.
Disaat ku merasakan cinta merasuki hatiku dengan perlahan, disaat kau mulai memasuki ruang hatiku dengan kata katamu, disaat kau selalu melengkungkan senyum ini di bibirku, mengapa kau pergi?
Hey kau !
Kamu kemana? setelah telfon terakhir itu? mengapa kau sekarang tak pernah menelfonku lagi? atau sekedar membalas pesan singkatku? Kamu tahu? disaat kamu berpikir aku sudah melupakanmu, sebenarnya aku disini sedang menangis merindukanmu, kamu kemana? masihkah kau ingat percakapan manis kita di telfon itu? masihkah kau ingat aku ketika kau melihat bintang? Kamu ga akan tau betapa berharganya kamu buat aku, setiap malam, ketika ku melihat bintang, ku selalu memikirkamu, sedang apa kamu ya? kamu lagi dimana? mengapa kamu ga ngabarin aku sih? Dan malam itu, tak ada satu bintang pun dalam langit kelabu itu, senada dengan hatiku, pikiranku yang kelabu sepeninggalanmu dari mataku. Aku hanya berdoa supaya kau disana baik baik saja, dan apapun yang terjadi, aku berusaha ikhlas melupakanmu, melupakan hadirmu, tapi bukan kenangan saat bersamamu.
Bintang
Jika kau bertemu dengannya
pancarkanlah sinar terangmu untuknya
dan katakanlah
bahwa ku sangat merindukannya
Bintang
jagalah ia selalu
terangilah jalannya
dalam naungan sinarmu
That's my feel
Desy :)