4 Feb 2012

Di Balik Hujan


Merindukanmu dipagi hujan



Pagi itu 8 januari 2010

Tak kurasa sudah 2 tahun kita tak bersama lagi ya? Sudah lama rasanya jika ku sadar kau sudah pergi, kukira baru kemarin ku tertawa denganmu, melihat pelangi di balik mendungnya awan, apa kau masih ingat? Tenang, aku takkan lupa, tidak, aku tidak memaksa kau untuk terus mengingatnya, cukup ku tersenyum mengingat itu semua, kau tak keberatan kan jika ku mengingatnya kan? Jika ku tak melupakannya, kau tak keberatan bukan? Kau tau sebenarnya ku merindukanmu, rindu melihatmu tersenyum di balik hujan itu.



Untukmu, yang berdiri di sudut tembok itu



Aku masih ingat saat aku pertama kali melihatmu, di balik tembok kusam itu, kau yang sedang melamun memikirkan sesuatu yang tak ku ketahui sambil melihat rintikan hujan turun, aku juga masih ingat sosokmu, dibalik jaket biru itu, sampai ketika kau menyadari bahwa sedari tadi aku memperhatikanmu, lalu kau melihat ke arahku, dengan senyum simpul yang dapat kulihat walaupun dibatasi oleh rintikan hujan, walaupun aku tak dapat melihat dengan jelas, tapi apa kau tau, saat ku melihat senyummu, jantungku bergerak seperti alunan orkestra yang kencang, mungkin jika bisa, ku ingin menghentikan waktu, untuk dapat melihat sepuasnya senyummu itu, senyum termanis dari bibir tipismu itu, tapi itu tak mungkin, apa aku mesti meminjam pemberhenti waktu milik doraemon? Tapi jika bisa, aku ingin meminjamnya, jika hanya itu cara untuk dapat terus melihat senyum manis itu sepuas aku mau.



Untukmu, pemilik senyum termanis itu



Aku tak tau apa lagi yang mesti aku tulis disini! Sungguh senyummu sangatlah manis, aku terpesona saat pertama kali melihatnya, pikiranku sudah terikat oleh senyummu, bahkan hanya sekali ku melihat kau tersenyum, sedetik, semenit, sejam, seharipun, senyum itu selalu menari nari dalam pikiranku, oh Tuhan, apa ini? Tiba tiba lagu RAN yang berjudul "Pandangan Pertama" itu mengalun dengan berirama "ku rasa ku tlah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama" lagu itu terus menurus terlantun dalam pikiranku, apa mungkin ku jatuh cinta padanya? Jatuh cinta pada sesosok pria di balik hujan itu? Sesosok pria yang memiliki senyum manis itu? Oh, tidak mungkin, kita baru sekali bertemu, takkan mungkin aku mencintainya dalam pertemuan singkat itu, tapi itu tak bisa ku ingkari, setiap pagi saat ku terbangun ku selalu teringat akan wajahmu dan senyum itu, setiap malam sebelum ku tertidur wajahmu menari mari dalam pikiranku, dan menciptakan cerita singkat dan indah dalam mimpiku, dan ku akui, aku jatuh cinta padamu.



Kepada kamu, seseorang yang pernah kucintai


Pagi itu, hujan turun dengan deras, seperti biasa ku masih memikirkanmu, aku merasa kedinginan di bawah payung yang ku gunakan itu, apa kau juga merasa kedinginan disana? Kau tau, selama kau tak ada disini, aku sangat kesepian, belum ada yang dapat menggantikan dirimu, senyum manismu itu, apa kau juga merasakan hal yang sama? Aku hanya merindukanmu, bolehkan? Bolehkah aku merindukanmu? Kau takkan keberatan bukan? Apa kau merasakan ketika ku merindukanmu? Dan apa kau juga merindukanku juga? Oh tidak, aku tidak memaksa kau untuk merindukanku, aku hanya kesepian dan kedinginan disini, di bawah payung yang ku gunakan untuk melindungiku saat ku melihatmu dan membersihkan nisanmu dari tanah akibat hujan.


Untukmu,
seseorang pemilik senyum termanis

yang berhasil membuatku

jatuh cinta untuk pandangan pertama



That's my feel
Desy :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar