Merindukanmu
dipagi hujan
Pagi itu 8 januari 2010
Tak kurasa sudah 2 tahun kita tak bersama lagi ya? Sudah lama rasanya jika ku
sadar kau sudah pergi, kukira baru kemarin ku tertawa denganmu, melihat pelangi
di balik mendungnya awan, apa kau masih ingat? Tenang, aku takkan lupa, tidak,
aku tidak memaksa kau untuk terus mengingatnya, cukup ku tersenyum mengingat
itu semua, kau tak keberatan kan jika ku mengingatnya kan? Jika ku tak
melupakannya, kau tak keberatan bukan? Kau tau sebenarnya ku merindukanmu,
rindu melihatmu tersenyum di balik hujan itu.
Untukmu,
yang berdiri di sudut tembok itu
Aku masih ingat saat aku pertama kali melihatmu, di balik tembok kusam itu, kau
yang sedang melamun memikirkan sesuatu yang tak ku ketahui sambil melihat
rintikan hujan turun, aku juga masih ingat sosokmu, dibalik jaket biru
itu, sampai ketika kau menyadari bahwa sedari tadi aku memperhatikanmu, lalu
kau melihat ke arahku, dengan senyum simpul yang dapat kulihat walaupun
dibatasi oleh rintikan hujan, walaupun aku tak dapat melihat dengan jelas, tapi
apa kau tau, saat ku melihat senyummu, jantungku bergerak seperti alunan
orkestra yang kencang, mungkin jika bisa, ku ingin menghentikan waktu, untuk
dapat melihat sepuasnya senyummu itu, senyum termanis dari bibir tipismu itu,
tapi itu tak mungkin, apa aku mesti meminjam pemberhenti waktu milik doraemon?
Tapi jika bisa, aku ingin meminjamnya, jika hanya itu cara untuk dapat terus
melihat senyum manis itu sepuas aku mau.
Untukmu,
pemilik senyum termanis itu
Aku tak tau apa lagi yang mesti aku tulis disini! Sungguh senyummu sangatlah
manis, aku terpesona saat pertama kali melihatnya, pikiranku sudah terikat oleh
senyummu, bahkan hanya sekali ku melihat kau tersenyum, sedetik, semenit,
sejam, seharipun, senyum itu selalu menari nari dalam pikiranku, oh Tuhan, apa
ini? Tiba tiba lagu RAN yang berjudul "Pandangan Pertama" itu
mengalun dengan berirama "ku
rasa ku tlah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama" lagu itu terus menurus terlantun
dalam pikiranku, apa mungkin ku jatuh cinta padanya? Jatuh cinta pada sesosok
pria di balik hujan itu? Sesosok pria yang memiliki senyum manis itu? Oh, tidak
mungkin, kita baru sekali bertemu, takkan mungkin aku mencintainya dalam
pertemuan singkat itu, tapi itu tak bisa ku ingkari, setiap pagi saat ku
terbangun ku selalu teringat akan wajahmu dan senyum itu, setiap malam sebelum
ku tertidur wajahmu menari mari dalam pikiranku, dan menciptakan cerita singkat
dan indah dalam mimpiku, dan ku akui, aku jatuh cinta
padamu.
Kepada
kamu, seseorang yang pernah kucintai
Pagi itu, hujan turun dengan deras, seperti biasa ku masih memikirkanmu, aku
merasa kedinginan di bawah payung yang ku gunakan itu, apa kau juga merasa
kedinginan disana? Kau tau, selama kau tak ada disini, aku sangat kesepian,
belum ada yang dapat menggantikan dirimu, senyum manismu itu, apa kau juga
merasakan hal yang sama? Aku hanya merindukanmu, bolehkan? Bolehkah aku
merindukanmu? Kau takkan keberatan bukan? Apa kau merasakan ketika ku
merindukanmu? Dan apa kau juga merindukanku juga? Oh tidak, aku tidak memaksa
kau untuk merindukanku, aku hanya kesepian dan kedinginan disini, di bawah
payung yang ku gunakan untuk melindungiku saat ku melihatmu dan
membersihkan nisanmu dari tanah akibat hujan.
Untukmu,
seseorang
pemilik senyum termanis
yang
berhasil membuatku
jatuh
cinta untuk pandangan pertama
That's my feel
Desy :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar