17 Feb 2012

Kepergianmu


Jogjakarta, Sabtu, 18 Februari 2012,

#nowplaying RAN - Lagu untuk Riri

Oh Tuhan haruskah ini terjadi? Haruskah saat ini? Haruskah sekarang, aku tau kau yang menentukan, tapi bisakah, bisakah kau berikan dia waktu, sebentar saja lagi? Kumohon.

Haruskah kau pergi secepat ini?
Haruskah sekarang?
Haruskah air mata ini mengalir deras karenamu?
Haruskah raga ini rela melepasmu?
Haruskah aku dapat bertahan tanpamu?
Haruskah orang orang yang mencintaimu meluapkan sesal yang dalam akan kepergianmu?
Dan haruskah aku melupakan semua kenangan kita?

Kau tau aku tak bisa, kita tak bisa untuk cepat melepaskan kepergianmu, aku tak sampai hati untuk melupakan semuanya, memori manis, kita bersama, dalam satu ikatan persaudaraan, antara seorang cucu dan neneknya, aku tak bisa, jika ku pergi ke rumahmu, melihat kosong kamarmu yang luas itu, melihat fotomu yang berjejer banyak di dinding itu, dan kau tau? Betapa sakitnya, setelah mendengar kepergianmu, seperti sejuta pedang tepat mengarahku, apa kau tau? Aku tak bisa melepasmu secepat ini, aku tak bisa, bagaimana mungkin ketika lebaran nanti ketika ku pergi ke rumahmu, tak ada lagi candamu, guraumu, gelak tawamu, di tengah rumah itu, tak ada lagi keluh kesalmu, tak ada lagi omelanmu itu, tak ada lagi dan takkan ada lagi, tapi aku tau ku harus melepasmu, agar kau tenang disana, aku tau ku harus rela, ku harus ikhlas ketika jenazahmu di masukan ke liang kubur yang gelap itu, bagaimana bisa ku menahan air mataku mengalir, ketika ku melihatmu di masukan ke dalam situ, sendirian, dengan kegelapannya, aku tak bisa menahannya ! 

Oh Tuhan, haruskah secepat ini? Haruskah aku mendengar jeritan tangis keluargaku? Aku tak tahan ! Aku ingin memberontak, aku ingin memaksamu untuk agar dia kembali, agar dia bersama kita selamanya! Tuhan jika bisa, tukarlah nyawaku dengannya ! Daripada aku yang melihat dia tergeletak hanya nyawa disana! Aku ingin dia kembali Tuhan! Aku ingin kau tidak mengambilnya saat ini ! Tukarlah nyawaku dengannya Tuhan! Tukar! Lebih baik aku yang mati dari pada dia! Kau tau? Aku sangat mencintainya ! Takkan ada,takkan pernah ada orang yang dapat menggantikannya, orang yang selalu sabar, orang yang sealu menutupi kesedihannya, orang yang selalu menginginkan kebersamaan dalam dirinya, apakah kau tega mengambilnya dari kami? Apakah kau akan memberikan penggantinya? Apakah kau mau? Tidak bukan? Dan mengapa kau mengambilnya secepat ini? Mengapa? Apa salahnya Tuhan? Aku masih ingin bersamanya! Aku janji jika kau kembalikan dia pada kami, aku janji akan selalu berbakti padanya ! 

Tuhaaaaaaann ! Maafkan aku, aku hanya seperti di sayat ketika mendengar berita itu, aku hanya seperti seseorang yang tak mau kehilangan orang yang ku cintai! Aku tau, kau lah segalanya, kau pemilik semuanya, kau penguasa, aku tak mampu melawanmu, aku tak mampu menentang kehendakmu, aku hanya manusia yang tak berdaya yang menentang kehendakmu, kau lah segalanya, maafkan aku, aku hanya terbawa suasana, maaf jika ku mengeluarkan kata kata hina untukmu.

Tuhan, jagalah dia ya, dia ada di surga kan? Kau jaga dia di surgamu yang paling indah kan? Kau membantu dia jika dia kesusahan kan? Janji padaku ya, kau kan selalu ada untuknya, okey? Janji ya?

Untukmu mbah, tenang ya disana, Allah akan selalu menjagamu kok, tenang aja, oiya kita disini ikhlas ko, kita disini udah rela, mbah baik baik ya disana, oiya salam buat mbah kakung ya, aku kan belum pernah liat, salam ya kalo aku cinta banget sama kalian berdua, aku cinta kalian, satu lagi kita bakal selalu sayang walaupun mbah udah ga ada, pastinya kita bakal merindumu, semoga kita bisa cepet ketemu ya, jangan lupa sama aku yo mbah, cucumu desi, aku sayang mbah, peluk-cium-jauh dari cucumu tersayang.

Rest In Piece 
My lovely grandma 
God bless you
I will always love you

That's my feel
Desy:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar