Mari berpisah,
dengan sederhana
tanpa drama
hingga tangis meronta
mari berpisah,
dengan seadanya
tanpa rayu
hingga ragu menyeru
mari berpisah,
dengan semampunya
tanpa janji menggebu
hingga memaksa bertemu
mari berpisah,
meski pipi basah
dengan susah payah
kita beralah
mari saling melepas,
hingga ikhlas
tanpa bekas
semoga lekas.
That's my feel, D.
6 Nov 2018
8 Jul 2018
Dia tak Cinta Kamu
"Dia tidak menyayangimu. Sekarang ulangi kalimat itu berjuta kali dipikiranmu. Sampai kapan kau bertahan dengan dia yang secuilpun tidak peduli denganmu? Sampai kapan kau akan tangisi laki-laki itu sedangkan dia, melihat pesan singkatmu saja enggan, teleponnya berdering ribuan kalipun dia biarkan, sampai kapan?"
"Aku akan terus mencoba, biarkan aku telepon dia sekali lagi, barangkali dia jengah lalu mengangkatnya, biarkan aku kirim dia pesan sekali lagi, barangkali dia tidak sengaja melihat ada tulisan muncul di layar kotaknya, biarkan aku berharap sekali lagi, barangkali dia menyerah dan menerimaku lagi."
"Jangan memaksakan diri, dia yang saat ini kau nanti sedang sibuk dengan diri sendiri, tidak peduli, kau masih tak sadar juga sudah ribuan kali kau diacuhkan, dibiarkan tanpa kabar, tapi tetap saja kau bebal."
"Aku menyayanginya, bukannya wajar memperjuangkan orang yang kau sayangi? Aku sudah tidak peduli, hatiku sudah kubiarkan hancur berkeping, remuk seiring waktu, tapi jika itu bisa membuatnya kembali, tidak sia-sia bukan?"
"Kau tidak menyayanginya. Kau hanya terbiasa olehnya, kau terbiasa bangun dengan ucapan selamat pagi dengan emotikon hati dari pesan singkatnya, kau terbiasa menceritakan harimu padanya, kau terbiasa terlelap dengan harapan sebelum tidur darinya. Ku tekankan, kau hanya terbiasa olehnya, kau hanya takut harimu terasa kosong tanpa dia yang mengisi, kau hanya takut kau kesepian tanpa ada dia yang menemani."
"Jangan sok tahu, kau tau apa tentang dia? Bahagiaku sesederhana dirinya. Sesederhana senyum manisnya saat kita beradu tatap di kaca spion saat lampu merah, sesederhana genggaman tangannya disaat kita menyebrang, sesederhana pundaknya saat aku menangis, sesederhana peluknya saat aku penat dengan lelah, sesederhana ucapan pagi dengan emotikon hati."
"Kapan terakhir kali dia melakukan itu? Kapan terakhir kali kau bangun dengan ucapan pagi beremotikon hati? Kapan terakhir kali kau beradu tatap dengan kaca spion? Dan segala bahagiamu yang kau elu-elukan itu? Bahagianya dia tidak sesederhana bahagiamu, Sayang. Sulitkah kau percaya? Sayangmu terlalu kuat, yakinmu terlampau nekat. Sudah berapa tanda yang dia tunjukan? Kau ini bodoh atau apa? Sikapnya tidak menunjukan dia menyanyangimu tapi masih saja kau bela sampai ke tulang."
"Lalu aku harus apa? Aku sudah terbiasa dengannya, aku hanya tidak sampai hati memikirkan hari-hariku tanpa dirinya, akan terasa berbeda, mungkin tangispun enggan reda."
"Hadapilah dirimu, terima nasibmu, dia tak cinta kamu."
Terinspirasi dari Gloria - Dia tak Cinta Kamu
That's my feel, D.
Langganan:
Postingan (Atom)