Ku lempar sepi ke dalam senja semoga teriknya mentari dapat dirasakan olehmu, tenggelamnya mentari terbenam membawaku dalam kesendirian yang kurasakan, bayanganmu hanya dalam anganku, tak tahukah kau jika ku rindu? Senja yang diam-diam berubah menjadi malam yang kelam, malam yang selalu menemaniku dikala ku merindukanmu, otakku lelah mencari dimana sosokmu, mungkin ribuan kilo memisahkan kita, mungkin sekarang kau di Utara sedangkan ku di Selatan, mungkin sekarang kau sudah tak kenal lagi denganku, itu mungkin, sangat mungkin, kau tahu apa yang setiap malam ku lakukan? Aku selalu memandang wajahmu dalam secarik kertas yang tak dapat bergerak itu, ya hanya sebuah foto kecil yang masih kusimpan, foto yang terakhir kita ambil, senyuman lebarmu yang membuatku semakin ku merindukanmu, menangis mungkin rutinitas ketika rindu menyeruak dalam hatiku membayangkan kau hadir mengagetkanku di balik punggungku, kenangan kenangan itu kembali memaksaku untuk mengingat jika dulu kau memang seseorang yang kupikir di takdirkan untukku, tapi sekarang ku tak tahu dimana dirimu, sayang, dibalik jarak yang memisahkan kita, ku nyanyikan lagu rindu ini semoga hatimu mendengar rintihan hatiku yang masih mengharapkanmu ini, syair-syair yang ku ciptakan tulus dari jiwaku yang masih mencintaimu.
That's my feel
Desy :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar