Aku bintang, kau pelangi kita sama-sama di langit nun teduh,
tapi tak dapat menyatu.
Dingin malam merasuki sukmaku, sepoi angin mencoba memaksaku untuk masuk, meninggalkan kursi balkon yang sedari tadi ku duduki, malam sepi itu berbeda dengan riuhnya gemerlap bintang di langit yang gelap itu, taburan bintang itu seakan mengisi gelapnya sang pengisi alam, melalui bintang aku ingin memanggilmu dengan suara kerinduan, yang sejak lama terbungkam di dalam dadaku. Menghitungnya menjadi pengalih sepiku, mengalihkan bayangan wajahmu dalam pikiranku, pada saat terakhir ku melihatmu pergi, sunyi sepi seringkali mampir dalam benak ini, hanya ribuan kerlip bintang nun jauh disana, ribuan denting hujan yang menenangkanku, ataupun warna pelangi cahayanya yang beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit, sebusur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon saat hujan ringan.
Sebutir rindu, tenggelam dalam hatiku, senyum samar-samarmu terlihat dalam jatuhnya rintik hujan, dan akhirnya jatuh pada dasar hatiku, dentingnya hujan seperti harmoni kehidupanku, harmoni yang akhirnya terpecah di dasar akhir pelabuhannya yang membasah.
Datangnya penghujung malam, inginku membunuh bayangmu dalam ilusi pikiranku. Kucoba menenggelamkan mataku, mencoba melupakan bayang yang tersirat akan wajahmu, pelupuk mataku mengisyaratkan bahwa ada rindu yang samar-samar yang belum terbalaskan, tapi setiap malam aku tidak pernah merasa kehilanganmu. Sosokmu selalu bermalam dalam dunia mimpiku. Aku tetap bisa bertemu denganmu walaupun semu.
Pilu yang kurasa, ratusan mil jarak yang berbeda, sunyinya malam, hanya detak jantungku yang terdengar oleh telingaku, rindu yang menyeruak seakan ingin ku tumpahkan padamu, menyebut namamu, mengulang potongan kecil kejadian masa lalu, mungkin mengertimu seperti melihat pelangi yang seakan penuh rahasia, inginku seperti hujan, setelah derasnya air mata yang ku keluarkan terdapat pelangi cerah pada akhirnya.
Kau tahu, pada akhirnya, cintaku laksana hujan yang menangis, tapi memunculkan sebercak warna indah sang pelangi, dan di penghujung aku bisa melihat cintaku paling bersinar seperti bintang dalam gelapnya langit angkasa luas yang seakan akan membunuh pilu rinduku terhadapmu.
From rain
Into rainbow
And the ends at the stars
That's my feel
Desy :)





good words, for take out my feel now. like this :)
BalasHapusi like :)
HapusTerima kasih :)
Hapus