15 Apr 2012

Janji yang Akhirnya Lenyap


Aku sangat kenal dengan suara "khas" milikmu, aku sangat kenal senyum tipismu, jemari jemari nakalmu, dan saat bahasa lembutmu membuai diriku, tak ku sangka, sosokmu yang aku percaya, dan aku pikir (tidak) sama dengan lelaki lain rupanya tidak, aku mungin sudah terbuai dalam mimpi indahku, janji yang terucap dari bibirmu itu seakan benar, tak tersirat sedikitpun di pikiranku kau  akan mengkhianatiku, janji itu sekarang telah menjadi abu yang tak akan kembali, sulit aku tuk memaafkanmu dan melupakan semua yang kau lakukan, mungkin benar kata orang-orang,
"Semua itu harus ada bukti, bukan JANJI"
Janji yang kau ucap, seakan-akan menguap, lalu menjadi uap yang akhirnya hilang. Janji yang terucap melalui bibirmu hanyalah dongeng yang tak akan sampai pada akhir bait cerita yang indah dan sempurna. Setelah kau ambil semua kepercayaanku, kau menghilang begitu saja, tak ada kabar sedikitpun, aku telah termakan jebakanmu, janji manismu itu telah membakar amarah dalam sanubariku, sekarang aku sudah tak mempercayaimu lagi, mimpi membangun kastil pun seketika melebur menyatu dengan pasir yang tak akan pernah kembali menjadi meyatu, janji yang kau buatpun akhirnya lenyap dengan menghilangnya dirimu, oiya sekali lagi, aku lebih butuh SATU bukti daripada SERIBU janji manismu itu.

That's my feel
Desy :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar