15 Apr 2012

Dan malam inipun aku menangis (lagi)


Jarum jam dinding kamarku menunjuk angka sembilan malam, dan aku masih sendiri, di rumah cintaku ini, hanya ada aku seorang, kesepianpun merasuki diriku dengan tak sadar. Hujan yang malam itu menemaniku, ku hanya memohon semoga Tuhan melindungiku, dan semoga tidak ada pemadaman listrik untuk malam ini, hanya satu pesan yang Ia kirimkan padaku.
"Ibu lagi ada urusan di kantor, adik di rumah gapapa kan? Nanti ibu pulang sama ayah"
Pesan yang sering ku dapatkan darinya, setiap malam ku merasakan kekosongan dalam diriku, aku memang tak sendirian waktu itu, ada dua malaikat pelindung di kanan dan kiriku, dan aku percaya Tuhan selalu melindungiku. Denting jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, dan saat itupun aku (masih) sendirian, dengan keadaan perutku yang belum di masuki nasi sedari tadi, aku tak peduli dengan keadaanku, aku tak peduli bila akhirnya aku jatuh sakit, mungkin jika ku sakit, orang tuaku akan berhenti (sejenak) untuk masalah pekerjaannya. 

Hujan turun makin deras, aku sengaja tak menutup gorden kamarku untuk melihat hembusan angin yang menerpa kencang pohon di depan rumahku, tak sadarpun aku menjatuhkan air mataku (lagi) sudah sering aku menangis karena kesepianku yang mendalam, aku merindukan saat aku kecil dulu, di nyanyikan lagu merdu di telingaku merasakan nafas cinta dari ibuku, di timang-timang kala ku menangis dan saat ku ingin tidur, cinta yang kau berikan setiap aku melihat matamu, kadang aku merasa saat ini aku tidak di anggap ada lagi, mereka selalu sibuk, mereka tak mengetahui bagaimana keadaanku, tapi aku yakin, apapun yang mereka lakukan untukku itu tak lain dan tak bukan untuk diriku, aku senang jika mereka melakukan semuanya, bekerja keras untuk aku, tapi apakah yang mereka lakukan itu sampai melupakanku? Sampai tak ingat kepadaku? Ocehan, gerutu, sering aku katakan dalam hatiku, aku merasa ini tidak adil, sering kali mata ini tak sanggup menutupi kesedihanku, aku merindukanmu, aku menangis bukan karena aku lemah atau cengeng tapi aku sakit, hatiku perih, dan aku kesepian, sangat kesepian.

Aku membutuhkanmu, sosok yang selalu memperhatikanku, menjagaku, dan selalu ada untukku, aku ingin kau mengisi lorong kesepian di sudut diriku ini. Dan menjadi penghalang jatuhnya air mataku, dan menjadi kumpulan melodi yang dapat memberikan senandung hangat seperti dulu lagi. 

Sedetik saja kau luangkan waktumu untuk mengingatku, dan menanyakan keadaanku, hanya itu. Bisakah, kau lakukan ini untukku? :')

That's my feel
Desy :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar