Halo Tuhan, apa kabar? Apa yang sedang terjadi di surgaMu saat ini? Aku tahu disana pasti sangat indah, apa disana ada musim penghujan atau siang-malam seperti di bumi? Apakah disana ada bintang juga?
Tuhan, malam ini aku ingin bercerita padaMu, masih dengan cerita yang sama sebelumnya, masih dengan orang yang sama pula, seseorang yang sering ku perbincangkan denganMu, seseorang yang sering ku sebut namanya dalam doaku, bosankah Kau dengan cerita-cerita monotonku? Aku percaya Kau selalu mendengar doa atau cerita--monotonku, aku percaya Kau selalu memelukku saat aku terisak tangis karenanya, walau aku tak merasakannya.
Aku tahu apapun yang Kau berikan itu pasti yang terbaik untukku, aku tahu bagus-tidaknya menurutku itu pasti memang yang terbaik dan aku butuhkan. Kau memperhatikanku saat ini kan? Disaat aku memang mencintainya, disaat ku pusatkan perhatianku untuknya, disaat ku memutuskan hanya untuk bersamanya, Kau ambil dia, aku tidak marah padaMu apalagi membenciMu, aku hanya bertanya-tanya apa maksudMu sebenarnya. Sesak meluap di dadaku, air mataku terjun dengan bebasnya, menandakan kepedihan mendalam yang ku rasakan.
Maaf jika aku terlalu lemah dan bodoh dalam urusan kali ini, maaf bila Kau pikir aku terlalu di buat-buat, aku memang tidak pandai dalam urusan kehilangan, Tuhan, aku pinta bisakah Kau buat aku lupakan sakit ini? Bisakah Kau melakukan sebuah magis untukku agar aku melupakan semua tentangnya?
Ku tundukan kepalaku turun-turun, ku angkatkan kedua tanganku, ku biarkan air mataku mengalir bebas, aku menyalahkan diriku, ku sebut namamu, aku ikhlaskan jika ku harus melepaskanmu, karena kau memang bukan milikku, aku berusaha rela, aku berusaha akan mengingat kenangan indahnya saja, aku berusaha, karena ini memang yang terbaik untukmu, aku berjuang untuk kebahagianmu, maaf bila selama ini aku mengecewakanmu. Tuhan sampaikanlah kata maafku untuknya, dan juga katakan jika aku bisa hidup tanpanya dan aku ingin dia bahagia, walau sakit yang kurasa.
Untuk mengakhiri doaku malam ini Ya Tuhan, aku hanya bisa meminta dan memohon dan keputusan sepenuhnya ada di tanganMu, bantulah aku untuk mengikhlaskan dia. Mungkin ini menjadi malam terakhir aku bercerita sedihku tentang dia. Semoga aku cepat mengikhlaskannya, dan besok disaat aku bercerita lagi aku bercerita tentang kebahagiaan, dan disaat aku bercerita aku dapat merasakan kehadiranMu memelukku dan membuatku menyunggingkan sudut bibirku.
Tuhan, malam ini aku ingin bercerita padaMu, masih dengan cerita yang sama sebelumnya, masih dengan orang yang sama pula, seseorang yang sering ku perbincangkan denganMu, seseorang yang sering ku sebut namanya dalam doaku, bosankah Kau dengan cerita-cerita monotonku? Aku percaya Kau selalu mendengar doa atau cerita--monotonku, aku percaya Kau selalu memelukku saat aku terisak tangis karenanya, walau aku tak merasakannya.
Aku tahu apapun yang Kau berikan itu pasti yang terbaik untukku, aku tahu bagus-tidaknya menurutku itu pasti memang yang terbaik dan aku butuhkan. Kau memperhatikanku saat ini kan? Disaat aku memang mencintainya, disaat ku pusatkan perhatianku untuknya, disaat ku memutuskan hanya untuk bersamanya, Kau ambil dia, aku tidak marah padaMu apalagi membenciMu, aku hanya bertanya-tanya apa maksudMu sebenarnya. Sesak meluap di dadaku, air mataku terjun dengan bebasnya, menandakan kepedihan mendalam yang ku rasakan.
Maaf jika aku terlalu lemah dan bodoh dalam urusan kali ini, maaf bila Kau pikir aku terlalu di buat-buat, aku memang tidak pandai dalam urusan kehilangan, Tuhan, aku pinta bisakah Kau buat aku lupakan sakit ini? Bisakah Kau melakukan sebuah magis untukku agar aku melupakan semua tentangnya?
Ku tundukan kepalaku turun-turun, ku angkatkan kedua tanganku, ku biarkan air mataku mengalir bebas, aku menyalahkan diriku, ku sebut namamu, aku ikhlaskan jika ku harus melepaskanmu, karena kau memang bukan milikku, aku berusaha rela, aku berusaha akan mengingat kenangan indahnya saja, aku berusaha, karena ini memang yang terbaik untukmu, aku berjuang untuk kebahagianmu, maaf bila selama ini aku mengecewakanmu. Tuhan sampaikanlah kata maafku untuknya, dan juga katakan jika aku bisa hidup tanpanya dan aku ingin dia bahagia, walau sakit yang kurasa.
Untuk mengakhiri doaku malam ini Ya Tuhan, aku hanya bisa meminta dan memohon dan keputusan sepenuhnya ada di tanganMu, bantulah aku untuk mengikhlaskan dia. Mungkin ini menjadi malam terakhir aku bercerita sedihku tentang dia. Semoga aku cepat mengikhlaskannya, dan besok disaat aku bercerita lagi aku bercerita tentang kebahagiaan, dan disaat aku bercerita aku dapat merasakan kehadiranMu memelukku dan membuatku menyunggingkan sudut bibirku.
Aku tahu Kau selalu memperhatikanku.
Disaat ku menulis inipun, aku tersenyum,
berharap Kau melihatku,
dan melengkungkan senyum pula di bibirMu.
.
That's my feel, D.
Baguss :') aku netes bacanya. Ini juga yang aku alamin sekarang.
BalasHapusTerima kasih :)
Hapus