Lihatlah luka ini, luka yang kau buat abadi, yang mungkin tak bisa seorangpun menghapusnya atau sekedar sejenak melupakannya, bayang-bayang pelukmu yang masih sampai ini dapat ingin ku rasakan kembali, aku tak akan lupa, takkan pernah bisa, melupakan perih, sakit yang kau berikan ini, kau manusia paling jahat, saat kau bisikan padaku kata-kata terkeji itu, ku kira sebelumnya kau memang terlahir untukku melengkapi hidupku selamanya, sampai ku mati.
Baru saja kemarin, ku rasakan aroma dirimu menyentuh hangat ragaku, uluran tanganmu yang meraih tubuhku seakan menenggelamkan perasaanku, kau sangat jago meyakinkanku bahwa kau benar tulus mencintaiku, apa aku yang salah? Apa yang aku begitu bodoh? Yang terlalu mempercayai kata-katamu?
Yang pada akhirnya kau membuka topengmu, memeperlihatkan dirimu yang sebenarnya, jati dirimu yang sungguh jauh dari yang telah lama ku kenal. Begitu tolol aku ya, sampai aku mempercayaimu semudah mengerjepkan mata saja! Tapi, ku tak tahu mengapa, semudah kau menyatakan cinta padaku, semudah itu aku menerimanya, dan semudah dan secepat pula air mata ini mengalir di pelupuk mataku karena ulahmu, apa ini sudah di rencanakan? Apa kau memang merencanakannya?
Tapi apa salahku? Sampai kau buatku begini.
Ku mohon sayang, hapuslah tangis ini, genggamlah tangan ini seperti dulu, kembalikanlah senyumku, sembuhkanlah luka hatiku, mungkin aku masih mengharapkanmu.
Tuhan, tolong bisikan padanya, jika aku masih mencintainya, aku masih ingin merasakan sakit yang dia lakukan seperti dulu, atau sekedar merasakan isak air mata akibat yang dia perbuat.
Ku harap suatu hari nanti,
kau mengingatku, bahwa aku ialah
wanita yang kuat yang tegar, dan yang
masih mencintaimu.
That's my feel
Desy :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar