"Kita terlahir memang tidak menjadi sempurna, selalu ada cacat dalam diri tiap manusia dan sayangnya kecacatan itu jadi alasan mereka untuk tidak jadi dirinya sendiri. Jangan munafik, beginilah kita."
Aku hanya sesosok makhluk Tuhan yang biasa. Bahkan sering merasa di bawah biasa, bukan apa-apa apalagi jadi yang teristimewa. Kadang setiap jiwa tahu rasanya tidak dianggap atau dilihat sebelah mata, merekapun seringnya berkata "aku baik-baik saja" sebenarnya orang yang mengaku ia baik-baik saja bukan ingin terlihat kuat, ia hanya tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan keadaan hatinya, mungkin karena terlalu rumit atau tidak ingin orang lain tahu dan akan pura-pura peduli, selebihnya hanya keingintahuan semata. Sekarang mencari orang yang benar-benar tulus itu sulit.
Dan topeng adalah solusi yang menjanjikan.
Dan topeng adalah solusi yang menjanjikan.
Katanya jadi orang harus apa adanya, katanya harus punya jati diri, katanya jangan munafik, dan sejuta katanya dari mereka yang mengaku tuhannya bahagia. Ketahuilah setiap orang punya sisi depresi masing-masing, orang bilang hidup itu seperti roda, sudah pasti ada di atas (bahagia) dan juga bawah (kesedihan), roda itu berputar bukan? Dan karena itu, janganlah terlalu mengagungkan perasaan jika kamu tahu ada kalanya kamu terpuruk, sudah dipastikan air mata yang menjadi jawaban.
Kenapa harus pakai topeng bahagia? Jika tanpanya kita bisa lebih dari itu? Ah sudahlah, ketika sedih atau merasa membenci keadaan tidak mungkin akan menunjukan ke semua orang, untung jika ada yang peduli atau senantiasa mendengarkan, bagaimana jika banyak yang merasa bahagia karena keterpurukan kita? Akuilah topeng itu sangat membantu.
Sering kali menyumpah serapahi orang munafik atau baik di depan tapi di belakang busuk, sayangnya diri sendiri tak mengaca pada benak hati jika sebenarnya kita sama dengan dia yang kita benci dan yang lebih parahnya kita jauh lebih buruk dari dia tapi kita tak sadar atau menutupi kesalahan. Sesungguhnya diri enggan untuk mengakui karena merasa diri ini lebih rendah dan dia akan seutuhnya mencaci maki. Padahal belum tentu, mungkin saja dia akan lebih menghargai.
Banyak yang mengatakan kita harus menjadi pribadi tanpa topeng, ada juga yang bilang setiap manusia itu tidak ada yang sempurna makanya jadilah diri sendiri tapi banyak juga yang mengatakan kita harus terlihat sempurna meski itu hanya dalam mata, manusia itu selalu jadi yang disalahkan bukan?
Kadang kita berperilaku baik untuk menutupi kecacatan diri, menarik perhatian orang lain meski diri mengakui tidak ingin bersikap demikian tapi tidak bisa ditutupi bahwa itu sama saja dengan mendustai diri sendiri dan akuilah bahwa semakin lama semakin menyakitkan.
Aku disini tidak ingin merasa paling benar, tidak bermaksud menggurui atau apapun itu tapi apa salahnya jika kita mencintai diri sendiri tanpa menggunakan topeng setiap hari? Setidaknya kita belajar untuk membuka diri pada siapapun yang bersedia dengan tulus mencintai. Carilah seseorang yang menerima kita dengan sepenuh hati tanpa meminta untuk dipuji, carilah dia yang menerima masa lalu, hari ini, dan mimpi masa depan kita nanti. Cobalah untuk menerima apa yang Tuhan beri meski itu tidak sesuai dengan keinginan, bahwasanya Tuhan memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Bersikaplah lebih dewasa memaknai setiap cobaan dan itu akan membuat kita memaknai apa itu kehidupan yang sebenarnya.
Berusahalah melepas topengmu sebelum semua orang tahu kebusukanmu, percayalah kamu lebih indah dibalik topeng itu.
That's my feel, D.
Sering kali menyumpah serapahi orang munafik atau baik di depan tapi di belakang busuk, sayangnya diri sendiri tak mengaca pada benak hati jika sebenarnya kita sama dengan dia yang kita benci dan yang lebih parahnya kita jauh lebih buruk dari dia tapi kita tak sadar atau menutupi kesalahan. Sesungguhnya diri enggan untuk mengakui karena merasa diri ini lebih rendah dan dia akan seutuhnya mencaci maki. Padahal belum tentu, mungkin saja dia akan lebih menghargai.
Banyak yang mengatakan kita harus menjadi pribadi tanpa topeng, ada juga yang bilang setiap manusia itu tidak ada yang sempurna makanya jadilah diri sendiri tapi banyak juga yang mengatakan kita harus terlihat sempurna meski itu hanya dalam mata, manusia itu selalu jadi yang disalahkan bukan?
Kadang kita berperilaku baik untuk menutupi kecacatan diri, menarik perhatian orang lain meski diri mengakui tidak ingin bersikap demikian tapi tidak bisa ditutupi bahwa itu sama saja dengan mendustai diri sendiri dan akuilah bahwa semakin lama semakin menyakitkan.
Aku disini tidak ingin merasa paling benar, tidak bermaksud menggurui atau apapun itu tapi apa salahnya jika kita mencintai diri sendiri tanpa menggunakan topeng setiap hari? Setidaknya kita belajar untuk membuka diri pada siapapun yang bersedia dengan tulus mencintai. Carilah seseorang yang menerima kita dengan sepenuh hati tanpa meminta untuk dipuji, carilah dia yang menerima masa lalu, hari ini, dan mimpi masa depan kita nanti. Cobalah untuk menerima apa yang Tuhan beri meski itu tidak sesuai dengan keinginan, bahwasanya Tuhan memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Bersikaplah lebih dewasa memaknai setiap cobaan dan itu akan membuat kita memaknai apa itu kehidupan yang sebenarnya.
Berusahalah melepas topengmu sebelum semua orang tahu kebusukanmu, percayalah kamu lebih indah dibalik topeng itu.
That's my feel, D.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar