Kata yang berujung do'a,
Permintaan yang kadang memaksa
Meski amarah seringkali membabi buta
Akan do'a yang tidak menyentuh bibir kenyataan yang ada.
Derai air mata oleh dosa yang pilu,
Ku lantunkan Al-Qur'an dalam bisu
Tasbih yang kusebut selalu
Ku agungkan namaMu dalam syahdu.
CiptaanMu yang melampaui batas luar biasa
Sang bagaskara ataupun purnama
Kata syukur yang terkadang lupa
Nyatanya Kau ada, meski bias dalam mata.
Tuhan, seringkali ku berbicara akan lelah
Tentang semua perbuatan yang bermuara pada salah
Walau diri berkata kuat, ku akui aku lemah
Tak sanggup akan hidup yang membuatku jengah.
Maaf yang selalu ku ucap kini
Meski kadang ku lakukan lagi
Bertubi-tubi tangis ini membucah kembali
Akan perih yang kurasa sampai saat ini.
Selalulah bersamaku,
Kadang kumerasa tak ada yang peduli terhadapku
Acuh yang berkepanjangan selalu
Kesepian yang membuncah dalam pilu.
Aku mencintaiMu,
Ku yakin Kau tahu itu
Meski cintaku tak sebesar cintaMu
Yakinkan ku Kau memang mencintaiku.
Apa lagi yang ku lupa?
Maaf, syukur, do'a atau dosa?
Atau permintaan yang memaksa?
Sandarkan diriku pada kenyataan, bukan fatamorgana.
Semuanya ku serahkan padaMu yang lebih tahu akan aku.
Aku hanya meminta yang terbaik untukku
Bahwa itu memang yang terbaik, yakinMu
Meski kadang itu lebih dari buruk bagiku.
Tuhan, terima kasih, maaf, aku mencintaiMu.
That's my feel, D.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar